Speed kerasa kayak progress. Kode jalan, demo mulus, deadline aman. Tapi yang nggak keliatan ada di bawah: pas AI generate 14 file dalam 8 detik, dia juga nebak data model, contract, batas tanggung jawab, failure mode, dan scale path — yang nggak satupun kamu spek. Bikin sistem sekarang murah. Ngebenerin keputusan yang salah tetap mahal kayak dulu.
Reframe yang penting: AI ngurus eksekusi — nulis kode, scaffold, wiring, boilerplate. Kamu ngurus keputusan — apa yang dibikin, kenapa, data model, contract, batas. Mikir, plan, dan spek itu yang nggak bisa kamu prompt.
Ini jebakannya. Dulu friksi itu rem alami yang maksa kamu mikir: bikin service baru makan waktu berhari-hari, dan sakitnya bikin kamu mikir ulang sebelum misahin. AI ngilangin friksi itu — termasuk yang berguna. Batas yang salah sekarang ke-generate instan dan langsung jadi "fakta", tanpa ada yang ngingetin. Dua tim yang identik di minggu kedua bisa beda jauh dalam satu kuartal: yang spek-dulu cukup refactor satu service dalam satu sprint; yang ngebiarin AI mutusin batas, habis satu kuartal buat ngurai 3–4 service yang nempel.
Contoh nyata. Di sebuah proyek di mana AI nyaranin pecah jadi 3–4 service, saya spek dulu — ternyata nggak perlu. Cukup 1 core baru yang di-wire ke 2 service existing. Pertanyaannya bukan "ini harus jadi service apa?" — tapi "udah jelas belum sebelum gue mutusin?"
Jadi sebelum kamu prompt, empat hal harus jelas. Data model-nya jelas — apa yang disimpen, di mana, siapa source of truth-nya? Contract antar bagian jelas — input-output-nya, karena batas yang nggak dispek itu coupling diam-diam? Owner & lifecycle jelas — siapa pegang, deploy gimana, bakal scale/fail beda nggak? Dan bisa di-defend dalam satu kalimat? Kalau ada yang masih ngambang, berhenti dan spek dulu. AI ngeksekusi keputusan kamu dengan sempurna — termasuk yang salah.