Semua insight

AI Workflow

LLM Council: Stop Pakai AI Kayak Search Bar

Dipublikasikan: Nov 2025

Satu chat dengan satu agent itu monolog, bukan diskusi. Pas brainstorming di satu thread, kamu cuma dapet satu sudut pandang — bisa tajem, bisa biasa aja, bisa juga salah total. Mau cek dari sudut lain? Mulai chat baru, paste konteks lagi. Berisik dan slow. Pricing, pivot, hiring, keputusan system architecture — itu butuh multi-agent stress test, bukan satu agent doang.

LLM Council itu Claude Skill yang ngubah satu pertanyaan jadi lima sudut pandang, di-peer-review, terus dirangkum jadi satu. Lima advisor independen yang by default emang nggak setuju satu sama lain. Jawaban mereka dianonimkan jadi A–E, dan tiap advisor ngeritik yang lain. Lalu seorang chairman nulis satu verdict dengan struktur tetap: rekomendasi beneran dan satu next step beneran.

Castingnya lima cara mikir, bukan lima job title. The Contrarian nyari apa yang salah atau bakal gagal. The First Principles Thinker cuekin pertanyaan permukaan, tembus ke masalah aslinya. The Expansionist ngejar upside yang dilewatin orang. The Outsider nol konteks dan bikin semuanya tetep jujur. The Executor skip teori, cuma peduli ini bisa di-ship apa enggak. Bareng-bareng mereka nyiptain tarik-menarik natural: downside vs upside, rethink vs ship, dengan Outsider yang bikin tetep membumi.

Nggak semua pertanyaan butuh council. Pakai pas ada genuine uncertainty dan cost of bad call-nya mahal — pricing, pivot, positioning, keputusan hire-vs-automation. Skip buat pertanyaan faktual, bikin konten, atau ngerangkum; itu salah tools. Idenya lebih besar: ini bukan prompt trick. Ini cara ngubah AI dari yes-man jadi advisor board — multi-perspective thinking by default, dengan tiap sesi terdokumentasi jadi transcript keputusan yang bakal disyukuri sama future-you.