Semua insight

Reflection

3 Pelajaran dari Membangun Proyek Klien

Dipublikasikan: Nov 2025

Pelajaran yang membentuk cara kami membangun untuk klien nggak datang dari textbook — datangnya dari ngirim software nyata di bawah constraint nyata. Beberapa selalu nempel di tiap proyek klien, dan semuanya lebih soal judgment ketimbang kode.

Pertama: sebuah proyek nggak harus gede buat membuktikan diri — dia harus membuktikan diri sesering mungkin. Kerja klien yang paling kuat ngirim sesuatu yang kecil dan nyata tiap minggu, jadi progress-nya keliatan dan koreksi arah tetap murah. Momentum numpuk dari kemenangan mingguan, bukan dari satu reveal besar di akhir.

Kedua, dan ini yang terus kami pelajari ulang: microservices itu mahal. Kami mulai sistem klien sebagai satu core yang fokus dan baru pisah service setelah benar-benar tahu mana yang akan scale atau fail beda. Premature decomposition itu cuma utang teknikal mahal yang nyamar jadi clean architecture. Setengah pelajaran lainnya soal AI — yang berubah bukan seberapa cepat kami nulis kode, tapi seberapa cepat kami bisa salah, belajar, dan coba lagi. AI itu cara berpikir, bukan search bar.

Ketiga: tim kecil dengan ownership yang jelas jalan jauh lebih cepat daripada tim besar tanpa itu. Pas semua orang tahu persis apa yang dituju dan bebas ambil keputusan di area-nya, kecepatan iterasi berubah total. Di kerja klien, nggak pernah soal jumlah orang — tapi soal seberapa jelas mandate-nya.